Teori dan Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan

Teori perkembangan manusia
1. Teori Navitisme (schopen haner)
Perkembangan manusia ditentukan oleh faktor nativis yaitu faktor turunan (dibawah sejak lahir)
2. Teori Emperisme (John Locke)
Perkembangan manusia ditentukan oleh empirinya atau pengalamannya
3. Teori konvergensi (William Stern)
Perkembangan manusia ditentukan baik oleh faktor bawaan maupun pengalaman atau lingkungan.
Faktor yang mempengaruhi perkembangan
1. Faktor endogen adalah faktor yang dibawa sejak lahir (turunan), misalnya yang berhubungan dengan keadaan jasmani : temperamen (darah, kelenjar, cairan), Sanguinikus, flegmatikus, cholerikus, melancholikus. (Hipocrates & Genus; dalam Bigot dkk 1950)
2. Faktor eksogen adalah faktor dari luar individu (pengalaman, pendidikan, alam sekitar atau mileu)
-5.152193 119.412399



Maret 26, 2010 evanjhie 1 tanggapan
Emosi adalah istilah yang digunakan untuk keadaan mental dan fisiologis yang berhubungan dengan beragam perasaan, pikiran, dan perilaku. Emosi adalah pengalaman yang bersifat subjektif, atau dialami berdasarkan sudut pandang individu. Emosi berhubungan dengan konsep psikologi lain seperti suasana hati, temperamen, kepribadian, dan disposisi.
Secara umumnya emosi penting untuk manusia kerana ia dapat membantu dan mempermudahkan manusia dalam kehidupan di dunia ini. Antaranya :
o Kelangsungan hidup- Emosi merupakan anugerah Allah sebagai sistem kawalan dalaman yang menyelamatkan kita dari bahaya. Misalnya, apabila berjumpa harimau kita akan menunjukkan emosi takut dan dengan itu kita akan memikirkan cara untuk menyelamatkan diri.
o Membuat keputusan- Emosi juga menolong kita membuat keputusan kerana ia merupakan sumber informasi yang penting. Kajian menunjukkan jika perhubungan emosi seseorang di dalam otak telah rosak, dia tidak dapat membuat keputusan walaupun keputusan yang mudah. Ini kerana dia tidak tahu perasaannya terhadap pilihan yang telah dibuat.
o Menentukan sempadan dalam perhubungan- Apabila kita merasa tidak tenteram dengan tingkah laku seseorang emosi akan menyedarkan kita. Dengan itu kita akan menunjukkan perassan tidak suka dan dapat menolong menentukan sempadan di samping menghadkan perhubungan agar fizikal dan mental sentiasa terjaga.
o Komunikasi- Emosi juga membantu kita berkomunikasi dengan orang lain. Ekpresi muka kita dapat menunjukkan pelbagai macam emosi.
o Kegembiraan- Apabila gembira kita akan berasa tenang. Jika kita dapat mengenal pasti emosi dengan lebih baik maka lebih mudah bagi kita untuk menentukan apa yang diperlukan untuk merasa gembira.
o Kesatuan- Emosi adalah universal. Emosi seperti simpati, kasihan, memaafkan dan bekerjasama dapat membantu menyatukan manusia.
o Mengurus emosi negatif- Untuk memperolehi emosi yang sihat kita perlu mengurus emosi yang negatif. Langkah pertama mengenal pasti emosi yang dirasai dan tanyakan diri kita adakah perasaan itu baik atau tidak. Seterusnya tanyakan bagaimana menjadikan perasaan itu lebih baik. Ini akan menolong pemikiran kita ke arah yang lebih positif.
-5.152193 119.412399


Menurut seorang pemikir yunani kunodan murid Hypocrates (ahli kedokteran) yang bernama Claudius Galenus (129-200) mengadakan tipologi berdasarkan temperamen, yaitu atas dasar cairan-cairan yang terdapat dalam tubuh yaitu ada 4 :
1. Tipe sanguinikus
Orang-orang yang bertipe sanguinikus merupakan orang-orang yang memiliki darah (sangai) banyak dalam tubuhnya. Perasaan dasar (stemming dasar) orang demikian adalah riang dan optimis. Hal-hal yang positif pada mereka antara lain adalah percaya kepada diri sendiri, tidak takut menghadapi masa depan, mudah menyesuaikan diri, gerak dan bicaranya banyak, dan mudah mengambil prakarsa. Sedangakan yang negatifnya, antara lain sifatnya mendatar, perasaanya tidak stabil, kurang konsekuen, hidupnya kurang teratur, dan reaksinya tidak dipikirkan dalam-dalam.
2. Tipe melankholikus
Orang yang mempunyai tipe melankholikus memiliki banyak empedu hitam (melankhole) dalam tubuhnya. Perasaan dasarnya adalah sedih sehingga keadaanya kebalikan dari tipe sanguinikus. Segi negatifnya adalah mereka selalu ketakutan, perasaanya mudah tersentuh, sulit menyesuaikan diri dengan lingkungannya, dan sikapnya kurang bergairah. Segi positifnya adalah berhati-hati dalam tindakannya, konsekuen, mudah menepati janji, dan stabil jiwanya.
3. Tipe kholerikus
Orang yang bertipe kholerikus, dalam tubuhnya banyak terdapat empedu kuning (kholert), dengan perasaan dasarnya selalu merasa kurang puas. Segi-segi negatifnya lebih banyak daripada positifnya antara lain selalu gelisah, mudah emosional, mau menang terus atau menang sendiri, objektivitasnya kurang, kurang punya reserve atas perasaanya sendiri, kurang rasional, dan mudah tersinggung. Segi positifnya, perasaanya hebat dan kuat, kesukaran diatasi dengan energi yang berlebihan dan banyak prakarsa dalam usahanya
4. Tipe flegmatikus
Orang-orang tipe flegmatikus dalam tubuhnya terdapat banyak lendir dengan perasaan dasarnya tenang, netral, dan tidak ada warna perasaannya yang jelas. Segi positifnya, antara lain tidak banyak ketegangan perasaan, mudah merasa memiliki harapan-harapan yang hebat, tidak emosional, tidak mudah terharu, tidak mudah panic, bersikap tertib dan teratur, dan mudah mengampuni. Segi negatifnya, antara lain perasaanya tidak begitu kuat, dingin hati, penyesuaian terhadap lingkungan selalu terlambat, pernannya reaktif atau pasif, menjemukan, dan bersikap agak konservatif.



Kognitif terapi adalah metode perawatan psikoterapi yang membantu seseorang mengatasi masalah yang terkait dengan emosi, perilaku dan kognisi melalui metodis dan berorientasi pada tujuan rute.
Banyak teknik yang digunakan dalam terapi kognitif dasar yang sama seperti teori belajar perilaku dan kognitif psikologi.
Banyak masalah non-klinis seperti gangguan suasana hati, gangguan kecemasan, gangguan kepribadian, gangguan psikotik, gangguan makan dan gangguan penyalahgunaan zat dapat diobati secara efektif dengan menggunakan terapi kognitif.
Manfaat terapi ini adalah bahwa tidak lama lebar dan dapat ditawarkan pada perorangan atau dalam kelompok. Seseorang juga dapat mengubah teknik yang digunakan dalam terapi sebagai cara self-help. Beberapa terapi berkonsentrasi pada kognitif membantu sementara yang lain berkonsentrasi pada masalah-masalah perilaku.
Terapi kognitif sedang digunakan lebih dan lebih untuk membantu pelaku kriminal dalam upaya untuk mengurangi perilaku kriminal. Banyak penjara dan penjara-penjara di banyak negara memiliki program terapi kognitif sebagai bagian dari rehabilitasi penjara.
Terapi yang berorientasi kognitif berkonsentrasi pada identifikasi dan pemantauan pikiran, keyakinan, asumsi dan perilaku yang mengarah ke emosi negatif. Selain itu, pasien diajarkan untuk mengidentifikasi pikiran-pikiran, keyakinan, asumsi dan perilaku yang disfungsi dan tidak menolong dan kemudian menggantinya dengan orang-orang yang lebih bermanfaat.
Terapi kognitif percaya dalam menghadapi masa kini dan menghilangkan gejala. Terapi ini telah terbukti sangat bermanfaat bagi orang yang menderita pasca-traumatic stress disorder (PTSD), obsesif kompulsif (OCD), bulimia nervosa dan depresi klinis. Bahkan, kemujaraban dari terapi ini telah terbukti berkali-kali dan sering yang lebih disukai dibandingkan metode pengobatan untuk perawatan lainnya psikodinamik.
-5.152193 119.412399





Harapannya semua orang berada dalam kondisi sehat. Sehat (Arab “Al-shihah”), dalam Islam bukan hanya merupakan sesuatu yang berhubungan dengan masalah fisik (jasmani), melainkan juga secara psikis (jiwa). Karena itulah Islam memperkenalkan konseps al-Shihhah wa al-afiyat (lazim diucapkan sehat wal’afiat). Maksud dari konsep itu yakni suatu kondisi sehat di mana seseorang mengalami kesehatan yang paripurna, jasmani, dan rohani atau fisik dan psikis.
Psikologi Kesehatan dikembangkan untuk memahami pengaruh psikologis terhadap bagaimana seseorang menjaga dirinya agar tetap sehat, dan mengapa mereka menjadi sakit dan untuk menjelaskan apa yang mereka lakukan saat mereka jatuh sakit.
Selain mempelajari hal-hal tersebut di atas, psikologi kesehatan mempromosikan intervensi untuk membantu orang agar tetap sehat dan juga mengatasi kesakitan yang dideritanya.
Psikologi kesehatan tidak mendefinisikan “sehat” sebagai tidak sakit. Sehat dilihat sebagai pencapaian yang melibatkan keseimbangan antara kesejahteraan fisik, mental dan sosial. Psikologi kesehatan mempelajari selruh aspek kesehatan dan sakit sepanjang rentang hidup. Psikologi kesehatan fokus pada pemeliharaan dan peningkatan kesehatan, seperti bagaimana mendorong anak mengembangkan kebiasaan hidup sehat, bagaimana meningkatkan aktivitas fisik, dan bagaimana merancang suatu kampanye yang dapat mendorong orang lain memperbaiki pola makannya.
Psikologi Kesehatan juga mempelajari aspek-aspek psikologis dari pencegahan dan perawatan sakit. Seorang psikologi kesehatan misalnya, membantu mereka yang bekerja di lingkungan yang memiliki tingkat stress yang tinggi untuk mengelola stress dengan efektif, sehingga tekanan yang dialami di lingkungan kerja tidak mempengaruhi kesehatan mereka. Seorang psikolog kesehatan juga dapat bekerja dengan mereka yang sedang menderita suatu penyakit agar dapat menyesuaikan mental dan fisik mereka dengan penyakit tersebut atau untuk mematuhi treatment yang dirancang oleh dokter yang merawatnya.
Psikolog kesehatan juga fokus pada etiologi dan kaitannya dengan kesehatan, sakit dan disfungsi. Etiologi merujuk pada asal dan penyebab sakit, dan psikolog kesehatan secara khusus tertarik pada faktor-faktor perilaku dan sosial yang menyumbang kesehatan dan sakit dan disfungsi. Faktor-faktor tersebut meliputi kebiasaaan yang merusak atau menunjang kesehatan seperti konsumsi alkohol, merokok, olahraga, mengenakan sabuk pengaman, dan cara-cara ‘berkawan’ dengan stress.
Pada akhirnya, psikolog kesehatan menganalisa dan berusaha meningkatkan system perawatan kesehatan dan merumuskannya dalam kebijakan kesehatan. Psikologi kesehatan mempelajari dampak institusi kesehatan dan tenaga medis dan paramedis terhadap perilaku orang dan mengembangkan rekomendasi untuk meningkatakan perawatan kesehatan.
-5.152193 119.412399




Psikologi berasal dari kata Psyche = Jiwa, Logos = Ilmu
Psikologi adalah ilmu mempelajari tentang jiwa
Perbedaan Psikologi dengan Ilmu Jiwa
1. Psikologi
  • Istilah untuk ilmu pengetahuan
  • Diperoleh secara sistematis dan menggunakan metode ilmiah
  • Ilmu jiwa menurut norma-norma ilmiah modern
2. Ilmu Jiwa
  • Istilah bahasa indonesia
  • Segala pemikiran, tanggapan, khayalan, dan spekulasi
  • Ilmu jiwa pada umumnya
Arti Jiwa menurut para ahli :
- Aristoteles
  • Anima vegetativa (jiwa pada tumbuhan), makan dan minum
  • Anima sentitiva (Jiwa pada hewan) : berpindah tempat, nafsu, mengamati dan menyimpan pengalaman.
  • Anima intelektiva (Jiwa pada manusia) : berpikir dan berkemauan.
- KI hajar Dewantara
  • Kekuatan yang menyebabkan : manusia dapat hidup, berpikir, perasaan, berkehendak(budi), Mengerti atau insaf akan gerak jiwanya.
Pengertian Psikologi menurut para ahli :
  1. S. Freud : Psikologi adalah ilmu tentang ketidaksadaran manusia.
  2. Descartes dan Wundt (Davidoff, 1981), Psikologi adalah ilmu tentang kesadaran manusia.
  3. Branca (1964) & Sartain DKK (1967) : Psikologi adalah ilmu tentang tingkah laku (overt behavior &  inner behavior).
  4. Woodworth & Marquis (1975) : Psikologi adalah ilmu tentang aktivitas-aktivitas individu (motorik, kognitif dan emosional).
  5. Morgan dkk (1984) : Psikologi adalah ilmu tentang tingkah laku manusia dan hewan.
Ciri-ciri psikologi
1. Mempunyai objek tertentu
  • Obyek material = Manusia
  • Obyek formal = Jiwa/psikis
2. Metode pendekatan/penelitian tertentu
3. Sistematika yang teratur
4 Mempunyai sejarah atau riwayat tertentu.
Tugas  psikologi sebagai ilmu :
1. Mengadakan deskripsi (menggambarkan secara jelas masalah yang dipersoalkan)
2. Menerangkan (menjelaskan keadaan yang mendasari terjadinya peristiwa tersebut)
3. Menyusun teori (mencari dan merumuskan hukum/ketentuan hubungan keadaan satu dengan keadaan lainnya).
4. Prediksi (meramalkan gejala atau peristiwa yang akan terjadi)
5. Pengendalian (mengatur peristiwa atau gejala)
Pendekatan terhadap psikologi
Psikologi
  • perilaku
  • kognitif
  • psikoanalitik
  • fenomenologi
  • neurobiologi
Bidang psikologi
  • Psikologi faal
  • Psiokologi perkembangan
  • Psikologi Sosial
  • Psikologi pendidikan
  • Psikologi kepribadian
  • psikologi klinis
  • Psikologi industri
  • Psikologi kesehatan



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar