Makalah Perilaku Konsumen


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Keadaan bangsa Indonesia yang kian terpuruk mengalami sangat banyak perubahan-perubahan terhadap perilaku masyarakat, terkhusus dalam bidang ekonomi. Krisis ekonomi yang berkepanjangan mempengaruhi pola konsumsi masyarakat terhadap suatu produk. Masyarakat menjadi lebih cermat dan rasional dalam membelanjakan uangnya.
Fenomena tersebut diatas memberikan suatu tantangan kepada para pemilik barang dan jasa untuk perlu lebih mencermati hal tersebut agar tidak menjadikan konsumen hanya sebagai objek, akan tetapi sebagai subjek yang harus diajak berinteraksi.
Dalam mengenal konsumen perlu mempelajari perilaku konsumen sebagai perwujudan dari seluruh aktivitas manusia itu sendiri. Dalam menganalisis perilaku konsumen akan lebih mendalam dan berhasil apabila kita dapat memahami aspek-aspek psikologis manusia secara keseluruhan, kekuatan factor social budaya dan prinsip-prinsip ekonomis serta strategi pemasaran.
Kemampuan dalam menganalisis perilaku konsumen berarti pula keberhasilan para pemilik barang dan jasa dalam memasarkan produk yang akan menghasilkan kepuasan kepada konsumen (customer satisfaction) dan bagi dirinya pribadi (self satifaction).

B. RUMUSAN MASALAH
1. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen ?
2. Bagaimana tipe-tipe konsumen dari ketiga supermarket ?

C. TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen.
2. Untuk mengetahui tipe-tipe konsumen dari ketiga supermarket.

D. LOKASI PENELITIAN
Lokasi penelitian dilakukan di 3 (tiga) dari sekian banyak supermarket yang ada di kota Makassar, yakni ; Diamond, Hypermart, dan Carrefour.













BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

1. PERILAKU KONSUMEN
A. Pengertian
James F. Engel (dalam Mangkunegara, 2005) berpendapat bahwa ; “customers behavior is devine as the acts of individual direcly involved in obtaining and using economic good service including the decision process that precede and determine these acts” (perilaku didefinisikan sebagai tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut. Sedangkan Gerald Zaltman (dalam Mangkunegara, 2005) menyebutkan bahwa ; “cunsomers behavior are acts, proses and social relatyionship exhibited by individuals, groups and organizations in the obtainment, use of, and consequent experience with products, service, and other resousces” (perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan, proses, dan hubungan social yang dilakukan individu, kelompok dan organisasi dalam mendapatkan, menggunakan suatu produk atau lainnya sebagai suatu akibat dari pengalamannya dengan produk, pelayanan, dan sumber-sumber lainnya).
Berdasarkan pendapat para ahli diatas, dapatr disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang atau jasa ekonomis yang dapat dipengaruhi oleh lingkungan.

2. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN
Menurut William J Stanton (Mangkunegara, 2005) factor yang mempengaruhi perilaku konsumen ada dua, yakni social budaya dan psikologis. Kekuatan social budaya terdiri dari factor budaya, tingkat social, kelompok panutan, dan keluarga. Sedangkan factor psikologis terdiri dari kebutuhan, pengalaman belajar, kepribadian, sikap dan keyakinan, serta konsep diri (Self concept).
A. Faktor Sosial Budaya
a. Faktor Budaya
Budaya dapat didefenisikan sebagai hasil karya/ kreativitas manusia dari sat generasi ke generasi berikutnya yang juga dapat menentukan bentuk perilaku dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat.
Flemming Hansen (Mangkunegara, 2005) mengemukakan bahwa kebudayaan adalah hasil karya manusia, proses belajar, mempunyai aturan, bagian dari masyarakat, menunjukkan kesamaan tertentu tetapi terdapat variasi-variasi pula, pemenuhan kepuasan dan kemantapan, penyesuai, terorganisasi dan terintegrasi secara keseluruhan.
Implikasi umum dari perubahan budaya untuk ahli pemasaran adalah sebagai berikut :
  1. Psikologis untuk cenderung bebas dari ketidakamanan ekonomis
  2. Kecenderungan terhadap anti fungsionalis
  3. Kecenderungan reaksi melawan kompleksitas
b. Faktor kelas sosial
Kelas sosial didefenisikan sebagai suatu kelompok yang terdiri dari sejumlah orang yang mempunyai kedudukan yang seimbang dalam masyarakat.
Flemming Hensen (Mangkunegara, 2005) mengemukakan bahwa kelas sosial dapat dikategorikan kedalam beberapa kategori, yakni :
  1. Upper-upper class (kelas puncak atas); jumlahnya relatif sedikit, merupakan orang ningrat, memiliki banyak harta warisan, mempunyai reputasi internasional.
  2. Lower-upper class (kelas puncak bawah); orang-orang kaya, tetapi bukan ningrat, pemilik perusahaan besar, dokter dan ahli hukum yang kaya.
  3. Upper-middle class ((kelas menengah atas); orag-orang yang sukses dalam profesinya, pengusaha perusahaan yang cukup besar, orang yang memiliki motivasi tinggi untuk mengembangkan karirnya.
  4. Lower-middle class (kelas menengah bawah); pekerja yang non manajerial, mempunyai usaha kecil-kecilan, memiliki rumah yang sederhana.
  5. Upper-lower class (kelas bawah atas); orang-orang yang berpenghasilan relatif cukup untuk kehidupan sehari-harinya, dan pada umunya istrinya ikut aktif menambah penghasilan.
  6. Lower-lower class (kelas bawah rendah); terdiri dari pekerja-pekerja kasar, hidup dengan penghasilan yang kurang.


c. Faktor Kelompok panutan
Kelompok panutan didefenisikan sebagai suatu kelompok orang yang mempengaruhi sikap, pendapat, norma, dan perilaku konsumen.
Kelompok panutan ini merupakan kelompok keluarga, kelompok atau organisasi tertentu.
William J Santon (dalam Mangkunegara, 2005) mengemukakan bahwa perilaku konsumen dipengaruhi oleh kelompok panutan yang mana mereka menjadi anggotanya atau yang mereka cita-citakan).
Pengaruh kelompok panutan terhadap perilaku konsumen antara lain dalam menentukan produk dan merek yang mereka gunakan yang sesuai dengan aspirasi kelompok.
d. Faktor keluarga
Keluarga dapat didefenisikan sebagai suatu unit masyarakat yang terkecil yang perilakunya sangat mempengaruhi dan menentukan dalam pengambilan keputusan membeli.
B. Faktor Psikologis
1. Faktor pengalaman belajar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar